Traffic naik.
Chat masuk.
Klik iklan jalan.
Tapi saat pindah ke WhatsApp… calon donatur hilang tanpa kabar.
Masalahnya sering kali bukan di iklan.
Masalahnya ada di alur follow up, teknik closing, dan cara membangun konversi lintas channel.
Banyak campaign qurban gagal bukan karena sepi audience.
Tapi karena:
Akibatnya:
Chat ramai, tapi donasi tetap stagnan.
Di webinar ini, kamu akan belajar bagaimana membangun sistem konversi multi-channel yang lebih efektif untuk campaign qurban.
✅ Ads jalan tapi donasi tidak naik signifikan
✅ Banyak yang chat tapi sedikit yang benar-benar transfer
✅ Audience tertarik, tapi hilang saat follow up
✅ Tim admin sudah sibuk, tapi closing tetap rendah
✅ Campaign ramai engagement, tapi conversion rate kecil
✅ Donatur hanya tanya-tanya tanpa keputusan
Kalau salah satu ini sering terjadi…
Kemungkinan masalahnya bukan di traffic.
Tapi di:
Pelajari bagaimana meningkatkan jumlah donatur dan nilai donasi melalui strategi closing dan follow up yang lebih terstruktur di setiap channel campaign.
Bersama:
Senior Marcomm – Islamic Relief Indonesia
📍 Akses Rekaman Zoom
✅ Cara menyambungkan:
Ads → Sosial Media → WhatsApp → Closing
Menjadi satu alur campaign yang lebih menghasilkan.
✅ Strategi follow up:
agar calon donatur yang sudah tertarik tidak hilang begitu saja.
✅ Teknik meningkatkan:
jumlah donatur sekaligus nilai donasinya.
✅ Cara membangun:
komunikasi closing yang lebih efektif untuk campaign qurban.
✅ Insight praktik:
yang bisa langsung diterapkan untuk campaign lembaga, NGO, maupun fundraising personal.
Momentum Qurban Datang Setahun Sekali
Banyak lembaga mulai running campaign lebih awal.
Persaingan perhatian audience akan semakin tinggi.
Kalau strategi campaign masih sama seperti tahun lalu…
besar kemungkinan hasilnya juga akan sama.
Jangan Tunggu Campaign Sepi Baru Evaluasi
Pelajari strategi konversi sebelum momentum qurban dimulai...!!!